4 Sumber Air Milik PDAM di Curup Menyusut, Dampaknya Pelanggan Kesulitan Air Bersih

4 Sumber Air Milik PDAM di Curup Menyusut, Dampaknya Pelanggan Kesulitan Air Bersih

KERING: Kondisi sumber air sungai musi yang pemasok air PDAM debit airnya alami penyusutan.-ist-

 

CURUPEKPRESS.COM -  Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bukit Kaba (TBK) Rejang Lebong, mengungkapkan bahwa ada 4 sumber air pihaknya yang debit airnya saat ini berkurang alias alami penyusutan (kring karena kemarau,red) .

Dikatakan Direktur Perumda TBK Rejang Lebong, Hendra Novianza SE, keempat sumber air dimaksud antara lain Reservoar Kesambe, sumber Air di Belitar, Kampung Delima dan Padang Ulak Tanding.

"Cuma dari keempat sumber air itu yang benar-benar berdampak di Reservoar Kesambe, itu sumber utamanya dari mata air bulak dan sungai musi surut," ungkapnya.

Sambungnya, untuk di unit PUT dari pantauan dan analisa pihaknya kondisi air di sana juga kurang bagus. Sehingga pemasangan meteran baru diberhentikan sementara dan fokus pada pelayanan air pelanggan yang sudah ada.

"Kita fokus dulu pelayanan ke pelanggan dan perbaikan," ucapnya.

BACA JUGA:

Menyikapi kondisi ini akibat dari dampak musim kemarau yang panjang, pihaknya meminta kepada para pelanggan agar bisa memaklumi.

Namun sebagai solusi, kata Hendra, pihaknya menyediakan layanan suplai air bersih menggunakan mobil tangki yang siap diantar ke rumah-rumah pelanggan yang terdampak kekeringan atau airnya tidak mengalir.

"Khusus untuk pelanggan kami berikan secara gratis," tuturnya.

Ditambahkannya, sedangkan untuk masyarakat umum non pelanggan yang ingin mendapat pelayanan suplai air bersih Perumda dikenakan biaya sebesar Rp 200 ribu per tangki.

"Sejauh ini sudah banyak masyarakat yang memanfaatkan layanan suplai air Perumda, dimana setiap malam kita antar air ke rumah-rumah warga terdampak kekeringan," imbuhnya.

Disisi lain tidak mengalirnya air PDAM ini dikeluhkan warga kota Curup. Ini lantaran pelanggan sudah sangat ketergantungan dengan pasokan air PDAM. 

BACA JUGA:

Sumber: