REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rejang Lebong tengah menjalankan program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
Program ini merupakan suatu program yang mengupayakan perubahan penyediaan data sosial ekonomi yang bersifat sektoral menjadi data yang terintegrasi dan akurat. "Pada intinya, program ini dijalankan untuk membuat satu data yang berkenaan dengan data sosial ekonomi masyarakat," sampai Kepala BPS Kabupaten RL, Rialdo Eka Putera melalui Ketua Bid Manajemen Lapangan Regsosek, Reclive Wahyu Ginanjar. Reclive melanjutkan, ini merupakan langkah untuk menangkap dinamika perubahan kesejahteraan masyarakat. BACA JUGA: PonPes Darul Ma'arif NU Adakan Kegiatan HSN BACA JUGA: Siswa SDN 62 RL Antusias Ikuti Mewarnai CE Selain itu, guna mendapatkan data rujukan untuk integrasi program, perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan pelayanan publik. Sambungnya, satu data sosial ekonomi penduduk atau terintegrasinya suatu data akan membantu efektivitas program-program pemerintah, seperti program kesehatan, sosial, pendidikan, kewirausahaan, pasar kerja, perumahan, dan berbagai program lain. "Kalau selama ini setiap kementerian mempunyai data sendiri-sendiri, nah lewat Regsosek ini bagaimana nanti data itu hanya ada 1 dan tidak terpecah-pecah lagi seperti sekarang. Tujuannya ya agar program-program pemerintah berjalan lebih tepat sasaran," terangnya. Oleh karena itu, sebut Reclive, ketika petugas Regsosek melakukan pendataan ke lapangan, masyarakat diminta untuk menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan petugas dengan sejujur-jujurnya. BACA JUGA: Sebelum Difungsikan, Disperindagkop Lebong Susun Regulasi PTM BACA JUGA: 24 Hari Terjebak Dalam Hutan, Dua Aktivis Pokdarwis Lebong Ditemukan Selamat "Ini penting untuk diketahui, kami mohon kepada masyarakat agar memberikan jawaban yang jujur sesuai dengan situasi dan kondisi yang dialami," tuturnya. Adapun berbagai pertanyaan yang nantinya diajukan oleh petugas, Reclive menjelaskan, yakni berkenaan dengan kondisi sosioekonomi demografis, kondisi perumahan dan sanitasi air bersih, kepemilikan aset, kondisi kerentanan kelompok penduduk khusus, informasi geospasial, tingkat kesejahteraan, dan informasi sosial ekonomi lainnya. "Jadi ada banyak komponen yang akan ditanyakan petugas kepada masyarakat nantinya," ucap Reclive. Masih dikatakannya, kegiatan pendataan ke lapangan akan mulai dilakukan pada 15 Oktober sampai dengan 14 November 2022 atau kurang lebih satu bulan. BACA JUGA: Anggaran Tersedia di APBD-P 2022 Sanusi: Seragam Gratis Wajib Tersalurkan BACA JUGA: Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Bersama YJI, Pemkab Berdayakan Kembali Lapangan SN "Pendataan awal Regsosek akan dilakukan dengan cara sensus dari rumah ke rumah (door-to-door) menggunakan kuesioner serta dilengkapi dengan Geotag dan foto khusus keluarga kurang sejahtera," jelasnya. Adapun petugas yang diturunkan untuk pendataan di lapangan tambahnya, yakni sebanyak 351 orang. Pihaknya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten RL khususnya untuk turut serta menyukseskan Regsosek menuju satu data tunggal untuk integrasi program perlindungan sosial.Menuju Satu Data Dengan 'Regsosek'
Selasa 11-10-2022,13:00 WIB
Reporter : ARI MUHAMMAD RIDWAN
Editor : RICI DWI
Kategori :
Terkait
Selasa 03-03-2026,18:06 WIB
7.000 Peserta PBI-JK Kembali Aktif, 2.000 Masih Proses
Sabtu 28-02-2026,18:00 WIB
Pemkab Perjuangkan 1.900 Unit Bedah Rumah ke Kementerian PKP
Sabtu 28-02-2026,17:37 WIB
11 Poin Strategis jadi Arah Pembangunan Rejang Lebong TA 2027
Kamis 26-02-2026,17:48 WIB
Kemenag Rejang Lebong Tetapkan Nominal Zakat Fitrah, Termurah Rp 30 Ribu
Rabu 25-02-2026,13:00 WIB
Menu Disesuaikan, Program MBG di Rejang Lebong Tetap Jalan Selama Puasa
Terpopuler
Selasa 03-03-2026,14:00 WIB
Tips untuk Mengatasi Rambut Mengembang
Selasa 03-03-2026,17:00 WIB
Resep Es Gabus Pelangi Bikin Nostalgia Masa Muda
Selasa 03-03-2026,18:06 WIB
7.000 Peserta PBI-JK Kembali Aktif, 2.000 Masih Proses
Selasa 03-03-2026,12:43 WIB
Mahasiswa Dikeroyok di Karang Anyar Curup, Pelaku Berjumlah 10 Orang
Selasa 03-03-2026,19:10 WIB
Buka Puasa dengan Gorengan Setiap Hari? Ini Konsekuensinya
Terkini
Selasa 03-03-2026,19:10 WIB
Buka Puasa dengan Gorengan Setiap Hari? Ini Konsekuensinya
Selasa 03-03-2026,18:06 WIB
7.000 Peserta PBI-JK Kembali Aktif, 2.000 Masih Proses
Selasa 03-03-2026,17:00 WIB
Resep Es Gabus Pelangi Bikin Nostalgia Masa Muda
Selasa 03-03-2026,15:12 WIB
Mode Hemat Daya HP Aman Digunakan Terus-Menerus atau Berisiko?
Selasa 03-03-2026,14:00 WIB