Pasca Sekretariat Dibobol Maling, Rektor IAIN Curup Minta LPPM Lakukan Evaluasi

Pasca Sekretariat Dibobol Maling, Rektor IAIN Curup Minta LPPM Lakukan Evaluasi

DOK/CE Rektor IAIN Curup Prof Dr Idi Warsah MPd I--

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Peristiwa pencurian yang dialami mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup, sampai juga ketelinga Rektor IAIN Curup Prof Dr Idi Warsah MPd I, yang langsung meminta Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) untuk melakukan evaluasi terhadap kejadian itu.

BACA JUGA :  Waspada! 4 Unit HP Mahasiswa KKN IAIN Digondol Maling

Sebagaimana dikatakan Rektor, evaluasi yang lakukan guna  kejadian serupa tidak terulanmg dikemudian hari. Dimana sudah menjadi tanggung jawab dari pihak panitia untuk memastikan keamanan dan juga kenyamanan  mahasiswa KKN.

"Saya mendapatkan laporan peristiwa kejadian kemalingan itu dari DPL langsung. Untuk  menghindari kejadian serupa, saya meminta LPPM agar segera melakukan evaluasi," ujarnya.

Selain itu dikatakan Rektor, saat ini peritiwa kejadian tersebut juga sudah dilaporkan kepada Polres Lebong. Dan sudah dikonfirmasi peristiwa itu akan ditindaklanjuti pihak Kepolisian.

"Informasi yang saya terima, kejadian itu sudah dilaporkan kepihak yang berwajib. Untuk itu saya berharap agar pelaku bisa segera ditangkap," ujarnya.

BACA JUGA :  Pelajar SMAN 13 RL Ikuti Pembuatan KTP di Sekolah 

Mahasiswa yang telah menjadi korban peristiwa pembongkaran sektretariat tetap bisa melaksanakan kegiatan KKN sebagaimana mestinya.

Lebih lanjut dikatakan rektor, LPPM juga bisa menginagtkan mahasiwa agar membawa barang seperlunya saja. Jangan sampai membawa barang-barang mewah dan berharga yang tidak seharusnya dibawa. Karena tujuan mereka untuk KKN bukan untuk pamer.

"Tujuan KKN itu adalah untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Jadi jangan sampai ada unsur lain yang dapat memancing terjadinya aksi kejahatan," ucapnya.

BACA JUGA :  Angkutan Ini Dilarang Pakai BBM Bersubsidi 

Rektor berharap, agar peserta KKN dapat menjalankan tugas sebagaimana mestinya, sesuai dengan proker-proker yang disusun.

"Kejadian ini dapat dijadikan pengalaman, jangan sampai terjadi di sekretariat yang lain," tukasnya.

Sumber: