Realisasi PAD Pariwisata Hanya 84,3 Persen

Realisasi PAD Pariwisata Hanya 84,3 Persen

DOK/CE Salah satu objek wisata yang dikelola Pemkab Rejang Lebong.--

REJANG LEBONG, CURUPEKSPRESS.COM - Pendapatan asli daerah (PAD) pada sektor pariwisata di Kabupaten Rejang Lebong diketahui tidak mencapai target.

Padahal sudah ada perubahan target di anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) tahun 2022.

Adapun sampai dengan 30 Desember 2022 realisasi PAD sektor pariwisata hanya mencapai Rp 161 juta dari target yang ditetapkan pasca adanya perubahan sebesar Rp 191 juta, atau hanya 84,3 persen saja.

"PAD pariwisata tahun 2022 lalu tidak mencapai target, tapi ini setelah target PAD dirubah," sampai Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Achmed Cholil kepada wartawan.

BACA JUGA:Wisatawan Serbu Objek Wisata, Akses Lalulintas Lancar

BACA JUGA:Manfaatkan DD Kembangkan Sektor Wisata, 27 Desa Telah Ditetapkan Sebagai Desa Wisata

Lebih lanjut dirinya memaparkan, adapun objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rejang Lebong yakni objek wisata Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dan Pemandian Suban Air Panas.

Untuk DMHB realisasinya sebesar Rp 56 juta dari target PAD yang ditetapkan sebesar Rp 48 juta.

"PAD over target yang diperoleh itu tentu tidak lepas dari keunggulan yang dimiliki DMHB. Yang di dalamnya ada bangkai pesawat tempur, ketek dan wahana bebek-bebekan," terangnya.

Sambungnya, kemudian untuk objek wisata Pemandian Suban Air Panas realisasinya Rp 105 juta dari target PAD sebesar Rp 143 juta.

BACA JUGA:Pendaftaran PMB SPAN-PTKIN IAIN Curup Segera Dibuka

BACA JUGA:PAW Dewan Asal Perindo di Proses DPP

"Untuk DMHB meski sudah ada perubahan target ternyata realisasi sampai ujung tahun tetap over target sebesar Rp 8 juta. Sedangkan untuk Suban Air Panas ternyata tidak capai target, atau kurang Rp 30 juta," jelas Achmed.

Adapun penyebab target PAD pada objek wisata Pemandian Suban Air Panas tidak tercapai, tutur Achmed, lantaran belum adanya peningkatan sarana prasarana (Sarpras) maupun fasilitas baru.

Sumber: