Dr Yanto, Sosok Dalang dan Hakim Agung yang Dinobatkan jadi Guru Besar

Jumat 07-02-2025,10:58 WIB
Reporter : Desi AP
Editor : Abdul Gapur
Dr Yanto, Sosok Dalang dan Hakim Agung yang Dinobatkan jadi Guru Besar

Beberapa lagu hasil ciptaannya yaitu, Pengabdian, Jakarta-Bali, Mars TNI Polri, Mars MA, Rindu dan Kasih Sayang, dan lainnya. 

 

HAKIM DAN DALANG, KEDUANYA MENYENANGKAN

Perkenalan Dr. Yanto dengan wayang dimulai sejak masa kecilnya yang suka sekali menonton wayang. Lalu keinginannya untuk menjadi dalang muncul saat ia bertugas sebagai Ketua Pengadilan Negeri Bantul.

Dahulu, setiap ada acara muspida (sekarang forkopimda) selalu ada penampilan wayang, di situlah ia selalu menonton wayang dari situlah ia mulai tertarik dan mulai mempelajari. 

Lalu setelah lima kali belajar dan latihan, Dr. Yanto memberanikan diri untuk tampil pertama kalinya di  Pendopo Kabupaten Bantul. Dan eureka, penampilan perdana tersebut mendapatkan antusias yang cukup baik dari penonton. Dari situ hingga sekarang, Dr. Yanto sangat menikmati ketika berperan sebagai dalang.

BACA JUGA:Sosok Ibu Tien Suharto sebagai Inspirasi Perempuan Indonesia

BACA JUGA:Menelusuri Fakta di Balik Wafatnya Sosok Perempuan Inspiratif, Tien Soeharto

 

Baginya, dengan menjadi dalang ia bisa menyampaikan pesan-pesan kebaikan juga pesan-pesan yang berkaitan dengan ilmu hukum.

Berkat keahliannya, pada 2 Desember 2023 lalu Dr. Yanto meraih rekor dunia MURI atas rekornya sebagai hakim dengan lintas bidang terbanyak, yaitu sebagai akademisi, penulis buku, dalang, komponis, Musisi, dan olahragawan.

Bagi Yanto, semua pencapaian ini adalah di luar dugaannya. Tidak pernah terfikir sedikit pun untuk meraih itu semua. Ia yang memiliki filosofi hidup seperti air mengalir sangat berterima kasih kepada Tuhan atas anugerahnya dan juga kepada kedua orang tua serta keluarga besarnya atas dukungan dan pengertiannya selama ini.

BACA JUGA:Netty Yuliani Sosok Baik dan Suka Membantu

 

Dr. Yanto selalu percaya bahwa kebaikan di manapun dan kapanpun akan melahirkan kebaikan pula. Ia meneladani nasihat mbahnya bahwa jika kamu dicubit itu sakit, maka janganlah pernah mencubit orang lain.

Ia memiliki filosofi hidup, nikmati hidup tanpa terlepas dari ilmu, iman, dan amal. Karena ketiga hal tersebut merupakan modal hidup terbaik bagi manusia di manapun berada. Filosofi inilah yang menjadi pedoman dalam setiap Langkah Dr. Yanto.

Kategori :